Maket Place Wajib Terus Tingkakan Keamanan Jual-Beli

Maket Place Wajib Terus Tingkakan Keamanan Jual-Beli

Beberapa waktu yang lalu, masyarakat Indonesia sempat dibuat heboh ketika ada beberapa akun e-commerce yang diduga menjadi korban phising sehingga pelaku berhasil mendapatkan username dan juga password akun korban. Dari kasus tersebut, para pakar keamanan cyber menjelaskan betapa pentingnya untuk selalu meningkatkan sistem pengaman yang dimilikinya, melakukan update secara rutin. Karena bila dinalar saja teknologi terus berkembang, maka sudah seharusnya bila sistem keamanan juga terus berkembang. Bila tidak mengikuti perkembangan, maka sistem menjadi lebih mudah dibobol. Bisa juga ketika akun dibobol, barang yang anda beli diketahui oleh pelaku sehingga ketika anda cek resi, barang anda sudah sampai padahal anda belum menerimanya karena memang barang tersebut sudah diambil oleh pelaku.

Market place ataupun e-commerce merupakan industri besar di era digital seperti sekarang, tentu mereka memiliki modal yang besar sehingga seharusnya mereka bisa meningkatkan sistem keamanan yang dimiliki sekarang. Misalnya saja dengan sistem keamanan yang baru, ketika ada phising maka sistem akan bisa mendeteksi dan otomatis akan mengaktifkan model keamanan 2 factor authentication. Market place dan e-commerce memang menjadi target banyak pelaku karena pada market place dan e-commerce terdapat pilihan pembayaran menggunakan kartu kredit. Karena itu, sebenarnya sistem keamanan yang terus diupdate sangat diperlukan agar tidak timbul korban.

Perlu anda ketahui, sekarang masih ada e-commerce yang tidak menggunakan otentikasi tambahan dengan nomor telepon ketika melakukan transaksi menggunakan kartu kredit. Tentunya hal seperti ini sangat disayangkan di era yang sudah maju seperti sekarang. Diharapkan kedepannya semua market place dan e-commerce sadar betapa pentingnya meningkatkan sistem keamanan yang dimilikinya agar konsumen percaya dan mau melakukan transaksi disitu. Padahal bila masyarakat merasa khawatir untuk berbelanja online, maka yang rugi bukan hanya para pemilik market place atau pemilik e-commerce, namun juga pebisnis kecil yang tergabung di dalamnya serta pemerintah karena uang tidak berputar.

Tidak hanya kasus phising saja yang terjadi pada e-commerce di Indonesia, bahkan ada market place yang kebobolan dan data-datanya diambil oleh pihak tidak bertanggung jawab. Hal ini diketahui ketika ada akun yang menjual data 13 juta pengguna sebuah market place di dark web. Apabila anda mencari di internet, anda akan menemukan berita ada hacker asal Pakistan yang mengaku telah mebobol 6 situs dan 2 situs diantaranya berasal dari Indonesia. Total akun yang dibobol adalah 620 juta akun dari 16 situs, kemudian ada 127 juta akun dari 8 situs dan terakhir 92 juta akun dari 8 situs. Yang keempat terdapat 27 juta akun dari 6 situs yang dibobol dan 2 diantaranya berasal dari Indonesia.

Bahkan dari 6 situs terakhir yang dibobol, markpet place asal Indonesia menjadi “penyumbang” terbesar untuk jumlah akun yang dibobol. Data-data yang berhasil diambil termasuk username, email, nama, alamat ip, password dan juga detail pembelanjaan. Data break market place tersebut memang sudah terjadi cukup lama, yaitu juli 2017 lalu. Tapi hal tersebut menunjukkan bahwa sistem keamanan market place di Indonesia masih belum kuat.

Dari pihak market place mengatakan bahwa data yang diambil adalah data umum, bukan data yang penting. Namun dari hacker nya sendiri telah mengklarifikasi bahwa data-data yang diambil bersifat pribadi seperti email, password dan juga username. Bahkan hacker tersebut mencontohkan salah satu akun yang diambil dari market place tersebut.

Dari berbagai kasus yang terjadi di Indonesia, khususnya dua kasus di atas, seharusnya sudah cukup menjadi alasan bagi para market place maupun e-commerce untuk meningkatkan sistem keamanan mereka. Hal ini sangatlah berbahaya dan merugikan para pengguna, siapa yang tahu apa yang dilakukan oleh orang-orang yang memegang data-data tersebut. Apalagi biasanya orang-orang menggunakan satu email untuk semua akun, satu password untuk semua akun sehingga orang tersebut akan sangat rentan. Orang-orang yang memiliki data-data tersebut bisa menggunakan email, password dan data lainnya untuk membobol akun-akun lainnya dengan email dan password yang sama.

Related posts