Indonesia Semakin Panas, Cuaca Ekstreme Diakibatkan Oleh  Gerak Semu Matahari

Indonesia Semakin Panas

Cuaca yang dimiliki oleh Indonesia akhir-akhir ini cukup meresahkan, beberapa kawasan mengalami cuaca ekstreme yang cukup mengganggu kegiatan masyarakat. Bahkan karena ekstremenya cuaca tersebut, tidak sedikit yang jatuh sakit.

Menurut BMKG atau Badan Metereologi, Klimatogi, dan Geofisika, ekstremenya cuaca di Indonesia ini disebabkan oleh pergerakan matahari. Apa maksudnya? Yuk kita ulik lebih lengkap dengan ulasan berikut yang kami ambil referensinya dari https://www.harapanrakyat.com/.

Pergerakan Semu Harian Matahari  

Pada dasarnya fenomena pergerakan semu yang dimiliki oleh matahari ini terbagi menjadi dua, yaitu gerak semu harian dan tahunan. Perbedaan dari fenomena tersebut adalah, pada gerak harian diakibatkan oleh rotasi bumi. Sedangkan pada pergerakan semu tahunan, diakibatkan oleh revolusi bumi.

Tentu saja pergerakan semu yang terjadi pada matahari ini, cukup berpengaruh pada beberapa tempat di dunia termasuk di Indonesia. Pada fenomena pergerakan semu harian, adalah sebuah fenomena yang telah kita ketahui selama ini.Fenomena matahari bergerak semu harian adalaah sebutan ketika matahari bergerak dari arah timur ke barat.

Matahari tidak benar – benar berjalan, rotasi Bumilah yang membuat seolah –olah matahari bergerak. Pada siang hari, selama 12 jam terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang menghadap matahari. Hal ini lah yang membuat wilayah tersebut mengalami cuaca ekstreme yang sangat panas, karena bagian tersebut secara langsung menatap dan menghadap matahari.

Pergerakan Semu Tahunan Matahari

Sedangkan pada pergerakan semu tahunan, adalah sebuah pergerakan yang disebabkan oleh revolusi Bumi. Seperti yang kita tahu, Bumi bergerak mengelilingi matahari dalam satu tahun, sedangkan rotasi adalah sebuah pergerakan Bumi yang memutar pada porosnya. Karena pergerakan revolusi inilah, membuat matahari seolah memiliki posisi yang berubah-ubah seperti berada di Utara maupun Selatan Bumi.

Umumnya posisi matahari jarang berada tepat diatas equator, namun pada bulan September matahari terlihat seolah bergerak ke arah Selatan. Sekitar bulan Oktober, matahari terlihat berada di sebelah Selatan garis Khatulistiwa. Posisi tersebut membuat radiasi sinar yang meluas, dan berakibat pada cuaca serta suhu di beberapa wilayah Indonesia.

Gerak Semu Matahari Sebabkan Cuaca Panas yang Eskterme

Adanya pergantian siang dan malam akibat rotasi Bumi, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gerak semu harian matahari. Ketika wilayah bagian Selatan tersorot matahari, selama 12 jam wilayah tersebut akan berada pada posisi siang. Selama waktu itu pula beberapa wilayah akan mengalami panas yang cukup tinggi, karena berhadapan langsung dengan matahari.

Sementara sebuah wilayah sedang menatap matahari, bagian lainnya sedang dalam posisi malam karena berada membelakangi matahari. Perbedaan serta pergerakan siang dan malam ini, memakan waktu hampir 24 jam. Akibat lain yang disebabkan oleh rotasi Bumi ini selain cuaca ekstreme adalah, perbedaan waktu dari satu wilayah dengan wilayah lain.

Sedangkan akibat yang disebabkan oleh pergerakan semu tahunan matahari adalah, beberapa bagian wilayah di Bumi yang memiliki cuaca panas selama 6 bulan. Gerak semu tahunan pada matahari, menyebabkan perbedaan penyinaran yang diterima pada beberapa bagian menjadi berbeda satu dengan yang lain.

Akibat revolusi Bumi, bagian Utara dari Bumi akan mendapatkan penyinaran matahari lebih lama daripada bagian Selatan. Penyinaran ini akan diterima selama 6 bulan, selanjutnya 6 bulan sisanya akan terjadi sebaliknya. Sehingga saat ini bagian Selatan Bumi sedang mendapat penyinaran matahari lebih lama daripada bagian Utara, yang menyebabkan cuaca ekstreme.

Matahari Menuju Garis Selatan

Ketika matahari sedang berada di garis khatulistiwa bagian Selatan, maka Bumi bagian Selatan akan mengalami musim panas. Begitu pula dengan sebaliknya, ketika matahari berada di equator bagian Utara maka bagian wilayah tersebut akan mengalami cuaca yang panas.  Seiring dengan perubahan musim, maka suhu udara pun akan berubah sesuai dengan posisi matahari.

Oleh karena itulah saat ini Indonesia sedang mengalami cuaca ekstreme yang cukup panas, hal ini karena posisi matahari berada di garis khatulistiwa bagian Selatan. Tentu saja beberapa bagian di Indonesia akan semakin mengalami peningkatan suhu drastis ketika hari sedang menjelang siang.

Saat ini cuaca di Indonesia bisa dikatakan cukup panas, cuaca tersebut tentu mengganggu beberapa kegiatan masyarakat. Warga Indonesia harus beradaptasi, terhadap tingginya cuaca yang ada di lingkungan mereka. Nyatanya, tingginya suhu ini memang diakibatkan oleh posisi matahari yang berada di bagian selatan garis khatulistiwa.

Related posts