RGE Selalu Mengelola Kelapa Sawit Berkelanjutan Sejak Bernama Raja Garuda Mas Sampai Kini

RGE Selalu Mengelola Kelapa Sawit Berkelanjutan Sejak Bernama Raja Garuda Mas Sampai Kini

Asian Agri yang merupakan anak perusahaan dari Raja Garuda Mas yang sekarang sudah bernama Royal Golden Eagle benar – benar telah membuktikan bahwa setiap operasional kerjanya selalu sesuai prosedur yang berasaskan keserasian dan keselarasan dengan alam. Hal ini terbukti dengan tata kelola kelapa sawit berkelanjutan yang senantiasa digalakkan oleh Asian Agri sebagai anak perusahaan dari RGE.

Tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia sendiri diamini dalam berbagai macam sektor mulai dari di level kebijakan, industri dan juga di level perkebunan karena itu sudah diintegritaskan dan diimplementasikan dalam satu sistem yang sama. Sistem tersebut bernama Indonesia Sustainable Palm Oil atau ISPO. Dan hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa selama ini operasional RGE selalu berbasis alam.

Tata Kelola Kelapa Sawit Berkelanjutan Raja Garuda Mas

Tak hanya mendapatkan sertifikat Roundtable of Sustainable Palm Oil, Asian Agri sebagai sebuah perusahaan kelapa sawit dibawah naungan Raja Garuda Mas juga mendapatkan sertifikat lain dalam usaha tata kelola kelapa sawit berkelanjutan yaitu ISCC (International Sustainability and Carbon Certification). ISCC ini merupakan suatu sistem sertifikasi bertaraf internasional pertama yang diperuntukkan demi membuktikan praktik secara berkelanjutan, dan melakukan berbagai upaya penghematan dari efek gas rumah kaca untuk segala jenis produksi biomassa. ISCC sendiri diadakan dengan tujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan serta memastikan tata kelola lahan secara lebih berkelanjutan, melakukan upaya perlindungan atas habitat alam dan keberlanjutan sosial. Dalam proses ini organisasi yang berbasis di Koeln, Jerman berdiri secara independen tanpa adanya suatu campur tangan dari pihak yang lain.

Sejak pertama kalinya berdiri tepat di tahun 2010 silam, ISCC telah berhasil menerbitkan ratusan sertifikat berkelanjutan. Sementara untuk Asian Agri pertama kali mendapatkannya yaitu satu tahun setelah ISCC ini berdiri bahkan kemudian di tahun 2014, semua perkebunan inti dan juga anak perusahaan RGE lain telah mendapatkan sertifikat ISCC dengan konsep dan tata kelola berkelanjutan mereka. Hal ini tentu juga menjadi suatu tanda bahwa semua produk dari Asian Agri berbasis berkelanjutan. Buktinya semua itu dapat dilacak. Tanpa itu sendiri sertifikat dari ISCC tak akan bisa didapatkan anak perusahaan RGE tersebut. ISPO sendiri memang selama ini merupakan sebuah langkah yang nyata diambil oleh pihak pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian demi meningkatkan daya saing minyak kelapa sawit di lingkungan dan ranah internasional.

ISPO juga hadir untuk membantu memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia dalam upaya mengurangi gas rumah kaca serta memberikan perhatian lebih atas berbagai masalah lingkungan. ISPO yang mulai hadir sejak tahun 2009 dimaksudkan agar semua perusahaan kelapa sawit berhasil menjalankan operasi sesuai dengan standar yang ditetapkan. Standar ini juga tentu dimaksudkan demi menjaga operasional yang berbasis prinsip – prinsip secara lebih berkelanjutan.

ISPO juga menjadi suatu proses standarisasi minyak kelapa sawit nasional yang pertama di dunia. Tentunya langkah yang seperti ini juga dirasa positif untuk perlindungan alam sehingga nantinya akan ada banyak negara lain yang juga turut serta menerapkan standar dengan konsep dan sistem yang sama. Anggota ISPO merupakan perusahaan kelapa sawit dan pihak lain yang terkait dengannya. Dalam hal ini termasuk Asian Agri sudah menjadi anggota sejak ISPO baru pertama kali berdiri. Kemudian empat tahun setelah itu, tepat di tahun 2014 anak perusahaan RGE pada akhirnya mendapat sertifikat yang diperoleh dalam enam pabrik dan lima kebun kepemilikan dari Asian Agri.

Related posts

Leave a Comment