Ketahui Tips-Tips Merawat Kucing Dewasa Sebelum dan Sesudah Kena Flu

Tips Merawat Kucing Dewasa

Di antara penyakit-penyakit lain, flu lebih sering menyerang kesehatan kucing. Mungkin bagi kucing dewasa yang punya sistem kekebalan tubuh tinggi tak terlalu tampak dampaknya. Paling-paling Anda cuma kasihan karena ia keseringan bersin. Tapi penyakit ini cukup berbahaya terhadap anak kucing yang masih kecil, lho! Mereka belum punya sistem imun yang kokoh, sehingga ketika penyakit datang, efeknya lebih besar.

Mungkin tidak secara langsung menyerang. Seperti yang kita ketahui, penyakit flu ini mudah sekali menular. Bisa jadi anak kucing Anda tertular gara-gara kucing dewasa yang kena serangan flu. Sebelum kita melihat tips merawat kucing dewasa yang terkena serangan flu, kenali dulu yuk gejala-gejala flu pada kucing. Sebab, ketika kita sudah tahu gejalanya, penanganan bisa dilakukan secepat mungkin sebelum dampaknya semakin serius. Apa saja gejalanya?

  1. Bersin-Bersin

Ini sih sudah pasti. Bersin-bersin ini terjadi karena pada saluran pernafasan si kucing terkena infeksi, baik karena virus, bakteri, ataupun jamur. Tapi jangan keliru juga. Rupanya bersin-bersin ini juga bisa disebabkan karena alergi maupun iritasi akibat asap maupun parfum.

  1. Keluar Ingus

Sama seperti poin di atas. Ketika kucing terkena flu, ia pasti juga mengeluarkan ingus. Sama seperti manusia. Ingus itu bisa cair pada awalnya dan kental ketika hampir sembuh.

  1. Sariawan

Sariawan pada kucing juga bisa menyebabkan flu lho! Gara-gara ini, ia jadi tidak nafsu makan. Ketika lapar pun tak ingin menjamah makanan. Kasihan, ya. Anda pasti ingin melihat dia segera sembuh.

  1. Batuk dan Mata Sulit Dibuka

“Batuk Pak Haji, minum OBH Kombi!” Malah ngiklan. Gejala batuk ini tidak pasti jadi patokan seekor kucing dewasa terkena flu atau tidak. Begitu pula mata yang sulit dibuka. Tapi setidaknya, ketika serangan flu semakin serius, gejala ini kerapkali muncul. Gara-gara mata sulit dibuka, akhirnya kita bisa melihat matanya juga memerah. Hmmm.

Kalau baru bahas kucing yang kena penyakit, bawaannya kasihan, ya. Tapi tenang, setiap penyakit selalu ada obatnya. Semua solusi kehidupan sudah dijamin oleh Yang Maha Kuasa. Jadi jangan khawatir, ya. Setelah kita melihat gejala-gejala flu pada kucing, sekarang kita melangkah pada cara pengobatan dan pencegahannya sebelum penyakit itu datang. Apa sajakah itu?

  1. Beri Madu

Lazim diakui banyak orang bahwa madu adalah sumber obat yang mujarab untuk menangkal sekaligus mengobati beragam penyakit, seperti flu, misalnya. Madu memiliki kandungan karbohidrat, gula, dan energi yang cukup tinggi. Dengan pemberian madu 1×24 jam sehari tentu akan meningkatkan kemampuan tubuhnya secara optimal.

  1. Sediakan Tempat Hangat

Pernah dengar ungkapan “Kucing itu anti air”? Tidak sepenuhnya anti, buktinya dia masih suka minum air. Hanya saja ia tidak terlalu suka dengan kondisi yang lembap maupun basah, sama seperti peci hitam. Ketika kucing Anda selalu terjaga dalam kondisi hangat, maka ia pun akan lebih mudah sembuh apabila kena flu, maupun bisa mencegah beragam penyakit datang.

  1. Jangan Biarkan Kucing Hujan-hujanan

Cuaca dingin bisa sangat ampuh menurunkan sistem kekebalan tubuh pada si kucing. Apa Anda tidak merasa kasihan ketika melihat kucing kesayangan Anda pulang dalam kondisi baru kehujanan? Sementara hujan di luar lebat sekali. Tampilannya itu, lho. Bikin empati. Bulu yang kena hujan, ia akan menyatu sehingga kulitnya sama sekali tak terlindungi lagi.

  1. Rutin Bawa ke Dokter

Dengan rutin membawa kucing kesayangan Anda ke dokter, Anda memiliki banyak pilihan ke depannya. Salah satunya, Anda akan lebih tahu apa-apa saja yang dibutuhkan si kucing pada saat-saat tertentu. Terutama ketika ia terkena flu. Anjuran untuk pergi ke dokter hewan sangat diutamakan daripada Anda kebingungan di rumah.

Ketika kucing kesayangan Anda terkena flu, lakukan pengobatan secara rutin dan ikhlas atau penuh kerelaan diri. Bukan karena terpaksa, sebab, apa yang Anda berikan secara sukarela, dampaknya lebih dahsyat. Selama penyembuhan, sebaiknya biarkan kucing Anda punya istirahat yang cukup agar proses penyembuhannya lebih cepat. Begitulah kiranya selentingan bagaimana tips merawat kucing dewasa yang perlu Anda ketahui.

Related posts

Leave a Comment